cropped-cropped-naureen2-e1670211445644-2
Program Riset Prioritas 2026 Diluncurkan, Anggaran 1,165 Triliun Siap Dikucurkan
Home  ⇒  Berita   ⇒   Program Riset Prioritas 2026 Diluncurkan, Anggaran 1,165 Triliun Siap Dikucurkan

Para dosen, peneliti, dan akademisi di seluruh Indonesia, ada kabar baik untuk Anda! Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) baru saja meluncurkan Program Riset Prioritas untuk Tahun Anggaran 2026. Peluncuran yang dilaksanakan pada 21 Oktober 2025 ini membawa angin segar bagi ekosistem riset nasional dengan total alokasi anggaran yang fantastis, yaitu 1,165 Triliun Rupiah.

Program ini dirancang untuk mendorong riset dan pengabdian yang lebih berdampak, dengan fokus utama pada hilirisasi dan kolaborasi strategis. Bagi Anda yang sedang mempersiapkan proposal, seluruh pengusulan akan dilakukan melalui portal BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) di laman bima.kemdiktisaintek.go.id.

Mari kita bedah poin-poin penting dari program besar ini.


Alokasi Anggaran dan Fokus Riset 2026

Dari total anggaran 1,165 Triliun, pemerintah telah membaginya menjadi dua alokasi utama:

  • Rp 665 Miliar untuk Penelitian Terbaru.
  • Rp 500 Miliar untuk Penelitian Lanjutan.

Dana ini akan diarahkan untuk mendanai riset dan pengabdian yang berfokus pada solusi inovatif untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Bidang fokus riset prioritas nasional meliputi :

  • Pangan
  • Energi Terbarukan
  • Kesehatan dan Obat
  • Transportasi
  • Rekayasa Keteknikan
  • Pertahanan dan Keamanan
  • Kemaritiman
  • Sosial Humaniora, Pendidikan dan Seni
  • Riset lainnya
Screenshot 2025-10-25 at 22.44.33

Ragam Skema Penelitian dan Pengabdian

Program 2026 menawarkan berbagai skema yang bisa diakses oleh berbagai jenjang peneliti, mulai dari dosen pemula hingga peneliti senior, serta mahasiswa.

1. Program Penelitian

Secara garis besar, penelitian dibagi menjadi dua rumpun utama:

  • Penelitian Dasar : Mencakup skema Penelitian Pascasarjana (Tesis Magister , Disertasi Doktor , PMDSU ), Penelitian Dosen Pemula , dan Penelitian Fundamental.
  • Penelitian Terapan : Berfokus pada luaran model (Maks. 250 Juta) dan luaran prototipe (Maks. 500 Juta) .

2. Program Unggulan Baru: RIKUB

Salah satu program baru yang menjadi sorotan adalah RIKUB (Riset Konsorsium Unggulan Berdampak). Program ini dirancang untuk:

  • Mendorong kolaborasi lintas institusi, di mana satu konsorsium terdiri dari 2-5 tim dari perguruan tinggi yang berbeda.
  • Melibatkan mitra (DUDI, BUMN, Pemda, dll) sebagai off-taker sejak awal.
  • Menghasilkan produk atau komoditas yang berdampak langsung ke masyarakat.

Persyaratan untuk Ketua Konsorsium RIKUB cukup ketat, di antaranya harus berpendidikan S3, minimal Lektor , memiliki SINTA Score minimum 1000 (Saintek) atau 700 (Soshum/Seni) , dan memiliki minimal satu Kekayaan Intelektual (selain Hak Cipta).

3. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)

Program PkM kini dikelompokkan dalam tiga pilar utama:

  1. Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (Skema Pemula , Kemitraan , dan oleh Mahasiswa ).
  2. Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan (Skema Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah) .
  3. Pemberdayaan Berbasis Wilayah (Skema Desa Binaan dan Pemberdayaan Wilayah ).

Terdapat pula program PkM kolaboratif baru seperti Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa) yang fokus pada daerah tertinggal/kemiskinan ekstrem dengan dana maksimal 300 Juta , dan PISN (Program Inovasi Seni Nusantara) yang dirancang khusus untuk hilirisasi inovasi di bidang seni dan desain.


Fokus Utama: Menjembatani "Valley of Death" Melalui Hilirisasi

Tema besar program 2026 adalah hilirisasi riset, atau menjembatani "lembah kematian" (Valley of Death) antara riset di laboratorium dan komersialisasi di industri. Untuk itu, ada dua skema pendanaan pengujian produk yang sangat menarik:

  1. Hilirisasi Riset Prioritas - Pengujian Model & Prototipe:
    • Tujuan: Peningkatan TKT dari 4 hingga 8.
    • Alokasi Dana: Rp 150.000.000,- per usulan.
    • Durasi: 1 Tahun (Mono Tahun).
    • Sumber Dana: APBN.
  2. Hilirisasi Riset Strategis - Pengujian Produk:
    • Tujuan: Akselerasi dari TKT 4 (prototipe tervalidasi) ke TKT 8 (demonstrasi di lingkungan sebenarnya).
    • Alokasi Dana: Rp 2.000.000.000,- per usulan.
    • Durasi: 2 Tahun (Multi Tahun).
    • Sumber Dana: Dana Abadi - LPDP.

Selain itu, program hilirisasi juga mengadopsi tiga model kolaborasi utama:

  • Industry Pull (Ajakan Industri): Riset berangkat dari kebutuhan nyata dan masalah yang diajukan oleh industri.
  • Technology Push (Dorongan Teknologi): Riset berbasis ketersediaan teknologi hasil riset dari perguruan tinggi untuk didorong ke pasar.
  • SINERGI: Skema hilirisasi terintegrasi yang menggabungkan keduanya.

Pengembangan Talenta dan Ekosistem Riset

Program ini tidak hanya membiayai riset, tetapi juga berinvestasi pada penelitinya. Program Bina Talenta hadir untuk meningkatkan kualitas peneliti muda dan mendorong publikasi berkualitas. Ini diwujudkan melalui program Fasilitasi Peningkatan Jurnal Ilmiah dan Fasilitasi Peningkatan Artikel Ilmiah (bantuan penulisan, proofreading, penerjemahan, dan biaya publikasi).

Kemendiktisaintek juga akan fokus pada Pengembangan Science Techno Park (STP), khususnya inisiasi pengembangan STP di luar Jawa untuk mendorong pemerataan ekosistem inovasi berbasis potensi lokal.


Catat Tanggalnya! Linimasa Penting Pengusulan Proposal

Ini adalah bagian terpenting. Harap catat baik-baik linimasa pengusulan proposal agar tidak terlewat.

BATCH I

Screenshot 2025-10-25 at 22.48.40

(Program: Penelitian, PUI-PT, RIKUB, Pengabdian, Mahasiswa Berdampak)

  • Launching Program: 21 Oktober 2025.
  • Call for Proposal: 28 Oktober 2025.
  • Deadline Proposal: 28 November 2025.
  • Seleksi Administrasi: 8 - 22 Desember 2025.
  • Seleksi Substansi: 13 - 30 Januari 2026.
  • Pengumuman Pemenang: 9 Februari 2026.
  • Penandatanganan Kontrak: 18 Februari 2026.

BATCH II

(Program: Kosabangsa dan PISN)

  • Launching Program: 20 Februari 2026.
  • Call for Proposal: 23 Februari 2026.
  • Deadline Proposal: 20 Maret 2026.
  • Pengumuman Pemenang: 20 April 2026 (tanggal di linimasa tertulis 2025, namun seharusnya 2026).

PROGRAM HILIRISASI (Pengujian Model & Prototipe)

  • Pengusulan Proposal: 24 November – 30 Desember 2025.
  • Seleksi Proposal: 1 – 23 Januari 2026.
  • Penetapan Pemenang: 29 Januari 2026.
  • Pelaksanaan Kegiatan: Mulai 16 Februari 2026.

PROGRAM HILIRISASI (Ajakan Industri & Sinergi)

  • SINERGI (Deadline Proposal): 30 Desember 2025.
  • AJAKAN INDUSTRI (Deadline Proposal PT): 9 Januari 2026.
  • Penetapan Penerima Dana (Keduanya): 23 Februari 2026.
  • Catatan: Program Dorongan Teknologi akan menerima proposal di bulan Maret 2026.

Siap Berkontribusi?

Peluncuran program riset prioritas 2026 ini adalah peluang emas bagi seluruh insan perguruan tinggi di Indonesia untuk berkontribusi nyata. Dengan anggaran besar, skema yang beragam, dan fokus yang tajam pada hilirisasi, kini saatnya mengubah riset Anda dari sekadar tumpukan kertas menjadi solusi berdampak.

Segera siapkan proposal terbaik Anda dan ajukan melalui laman bima.kemdiktisaintek.go.id. Selamat meneliti!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *