Menerbitkan buku—baik berbasis penelitian maupun pengabdian—bisa menjadi lebih mudah dan berkualitas ketika dikerjakan secara tim. Kolaborasi antar dosen memungkinkan pembagian tugas, percepatan penyusunan naskah, serta integrasi wawasan lintas bidang
Namun, membentuk tim penulis bukan perkara sepele. Berikut delapan kiat praktis agar kolaborasi ini berjalan lancar:
1. Pilih Rekan Kolaborasi yang Tepat
Pastikan Anda bekerja dengan dosen yang memiliki rekam jejak penulisan dan kompetensi relevan. Penelitian bersama dari awal dapat mendorong visi dan hasil karya yang kuat
2. Sepakati Posisi Penulis di Awal
Tentukan siapa yang akan menjadi penulis pertama dan penulis pendamping sejak awal, untuk menghindari konflik dan ketidakseimbangan beban kerja.
3. Bagi Tugas Secara Jelas
Setiap anggota harus tahu bagiannya—misalnya, siapa yang menangani bab mana. Hal ini membantu ketepatan waktu dan kejelasan tanggung jawab.
4. Pertimbangkan Kolaborasi Multidisipliner
Libatkan rekan dari berbagai bidang studi atau institusi agar naskah lebih kaya dan komprehensif. Disiplin berbeda membawa perspektif tambahan.
5. Libatkan Mahasiswa (Jika Relevan)
Mengajak mahasiswa berkontribusi tidak hanya membantu proses penulisan tetapi juga menjadi sarana regenerasi dan pengembangan kompetensi akademik mereka.
6. Lakukan Review dan Proofreading Bersama
Pastikan setiap bab saling terkait dan konsisten dengan mengadakan sesi pengeditan bersama—agar naskah lebih solid dan siap diterbitkan.
7. Tentukan Deadline yang Disepakati
Setelah tugas dibagi, sepakati batas waktu penyelesaian dan review. Kesepakatan ini penting untuk menjaga motivasi dan kelancaran penyusunan naskah.
8. Manfaatkan Teknologi untuk Kolaborasi
Gunakan alat bantu seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote untuk manajemen referensi. Bahkan, AI bisa digunakan sebagai alat bantu—tentunya dengan verifikasi bersama agar sesuai standar akademik
Contoh Distribusi Angka Kredit
Sebagai contoh, buku monograf yang ditulis oleh tiga dosen biasanya memiliki total 20 poin KUM. Jika dosen A sebagai penulis pertama, dia akan mendapat 60% × 20 = 12 poin. Dua penulis pendamping memperoleh 40% total, yaitu 8 poin, yang kemudian dibagi rata. Masing-masing dosen B dan C mendapatkan 4 poin
Mengapa Kolaborasi Penulisan Penting bagi Dosen?
- Efisiensi Waktu – Membagi tugas mempercepat penyusunan naskah.
- Kekayaan Wawasan – Setiap kontributor membawa keahlian unik yang memperkaya isi.
- Peningkatan Kualitas – Review berkala memastikan setiap bagian saling mendukung.
- Pencapaian Akademik – Penulis pertama biasanya mendapat angka kredit lebih besar, yang penting untuk BKD dan pengajuan jabatan
