Naureen Digital Education, penerbit berbasis digital asal Sukabumi, resmi menjalin kerja sama strategis dengan platform distribusi digital Myedisi. Kolaborasi ini bertujuan memperluas jangkauan publikasi karya penulis Indonesia ke ranah digital yang lebih luas dan mudah diakses masyarakat.
Direktur Naureen Digital Education, Ce Gunawan, menjelaskan bahwa kemitraan dengan Myedisi merupakan langkah konkret dalam menghadirkan layanan penerbitan yang lebih modern. “Kami ingin setiap karya penulis bisa dinikmati oleh pembaca tanpa batas ruang dan waktu. Kehadiran Myedisi akan memperkuat distribusi digital buku, jurnal, maupun konten edukasi yang kami terbitkan,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, seluruh publikasi dari Naureen Digital Education kini dapat diakses melalui aplikasi Myedisi Reader. Aplikasi tersebut menyediakan fitur membaca digital dengan kemudahan seperti mode offline, penanda halaman, hingga navigasi daftar isi yang mempermudah pengalaman membaca.
Selain memperluas akses pembaca, kemitraan ini juga menjadi peluang besar bagi penulis. Penulis yang menerbitkan buku melalui Naureen Digital Education akan memperoleh layanan penerbitan profesional lengkap—mulai dari editing, desain sampul, hingga ISBN—serta jaminan distribusi digital melalui Myedisi dan jaringan mitra lainnya.
Pihak Myedisi menyambut baik kolaborasi ini. Menurut manajemen Myedisi, integrasi dengan Naureen Digital Education akan menambah ragam konten berkualitas di platform mereka. “Kami percaya sinergi ini akan membawa manfaat, tidak hanya bagi penulis, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan akses bacaan berkualitas secara digital,” ungkap pernyataan resmi Myedisi.
Saat ini, Naureen Digital Education juga menawarkan paket penerbitan dengan biaya terjangkau, mulai dari Rp500 ribu, yang memungkinkan karya penulis tidak hanya terbit dalam bentuk cetak, tetapi juga tersedia di Myedisi dan Gramedia Digital.
Dengan adanya kerja sama ini, Naureen Digital Education semakin mempertegas posisinya sebagai penerbit modern yang mengedepankan inovasi, aksesibilitas, dan kualitas, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi literasi digital di Indonesia.
